SENANDUNG KEMISKINAN

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kami diperlakukan
bukan seperti layaknya manusia

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kami seolah menjadi sampah
yang najis di mata kalian

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga rumah kalian begitu rapat tertutup
saat kami mengetuk kelaparan

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga rumah sakit dengan enteng membuang kami
ketika uang kami habis mereka makan

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga dokter munafik melihat kami sebagai ATM
yang dapat mereka sedot uangnya kapanpun ia mau

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kesakitan selalu akrab dengan kami
entah sakit fisik atau sakit hati

apa salah kami orang-orang miskin
ketika kami mencuri, kuburan menjadi hukuman pasti
sedangkan koruptor yang berdasi
duduk manis di dalam mercy

apa salah kami orang-orang miskin
ketika kami berusaha berdagang
kalian usir dengan pentungan

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kalian rakus untuk perut yang buncit
sementara kami gendut karena tak pernah makan

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kalian tertawa lepas terbahak
sementara kami menangis mengurut dada

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga sekolahpun tak bisa kami jangkau
sementara kalian bersekolah hanya untuk hura-hura
apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kalian menjanjikan kami saat kampanye
dan mendurhaka ketika naik tahta

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga hidup kami hanya menjadi reality show
sedang yang menonton mengasihani
tetapi lupa ketika mematikan TV

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kalian memberi buldoser untuk rumah kami
berubah mall-mall yang kalian bangun tinggi-tinggi

apa salah kami orang-orang miskin
sehingga kalian membangun kemewahan
di sebelah rumah kami yang roboh termakan zaman

apa salah kami orang-orang miskin
jika akhirnya kami mendoakan
laknat dunia akhirat untuk kalian
orang-orang kaya bermental rendahan

(sebuah refleksi untuk menggugah kepedulian kita, bahwa umat ini membutuhkan kita untuk menjadikan dunia ini lebih baik...heal the world)

0 komentar:

Posting Komentar